-->

Optimislah, Jangan Merasa Sial


سم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.

Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga catatan sederhana berikut bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَيُعْجِبُنِى الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ »

Dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu- dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallama-, beliau telah bersabda: "Tidak ada ‘Adwa  dan thiyarah. Yang mengagumkanku adalah al-Fa’l." Beliau ditanya, 'apakah al-Fa’l itu?'  Beliau bersabda: "Kalimat yang baik." [HSR. Al-Bukhari -rahimahullahu- no. 5776. dan Muslim -rahimahullahu- dalam kitab shahihnya  no. 5934, Maktabah Syamilah]

‘Adwa maksudnya adalah keyakinan adanya penularan penyakit dengan sendirinya tanpa kehendak dan izin Allah Ta’aala

Thiyarah asalnya merasa sial atau beruntung karena melihat gerakan burung. Jika burung terbang ke kanan ia bergembira dan melanjutkan keperluannya. Sedangkan jika burung terbang ke kiri, ia merasa sedih, resah dan gelisah kemudian ia mengurungkan kegiatannya. Selanjutnya thiyarah sering digunakan untuk merasa takut mendapatkan kesialan karena melihat atau mendengar sesuatu atau biasa orang sering katakan ‘alamat’ atau 'firasat sial'.

Al Fa’al adalah kalimat yang baik yang mengandung motivasi diri untuk tidak merasa lemah atau sial karena sesuatu yang dilihat dan didengarnya

Maka siapa yang mendapati dalam dirinya perasaan/firasat buruk karena melihat atau mendengar sesuatu hendaklah ia menyerahkan urusannnya (bertawakkal) kepada Allah dan memotivasi dirinya dengan kalimat-kalimat yang baik seperti dzikir, doa dan lainnya.

Misalnya berdoa kepada Allah dengan doa berikut :

اللَّهُمَّ لاَ يَأْتِى بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

Allaahumma laa ya`tii bilhasanaati illaa anta wa laa yadfa’us-sayyiaati illaa anta wa laa haula wa laa quwwata illaa bika

Ya Allah tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang dapat menolak keburukan kecuali Engkau, Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu

Atau doa dan kalimat yang mengandung motivasi diridiri lainnya.

Dan bagi yang mengurungkan niyat dan kesibukannya karena thiyarah maka kafaratnya/tebusannya adalah dengan mengucapkan :

اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ   وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Allaahumma laa khaira illaa khairuka wa laa thaira illaa thairuka wa laa ilaaha ghairuka

Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali  kesialan yang ditetapkan oleh-Mu, dan tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

Berdasar hadits Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallama- berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ قَالَ « أَنْ يَقُولَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ »

Dari Abdullah bin Amr -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata: "Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallama- telah bersabda: "Siapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah maka sungguh orang tersebut telah berbuat syirik.” Orang-orang bertanya: “Ya Rasulullah apa tebusan dari perbuatan tersebut?” Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallama- bersabda: “Hendaklah ia mengucapkan, 'Allaahumma laa khaira illaa khairuka, wa laa thaira illaa thairuka wa laa ilaaha ghairuka (yang artinya) : Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali  kesialan yang ditetapkan oleh-Mu, dan tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.'" [HR. Ahmad -rahimahullahu- di hasankan oleh Syaikh Al Arna’uth -rahimahullahu- dalam ta’liqnya terhadap kitab Musnad Ahmad no. 7045]_

Demikian dapat disampaikan.

Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

✒ Ibnu Mukhtar
📚 13 Ramadhan 1441 H
Tags:
Kebijakan Komentar:Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik posting halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum persetujuan.
Buka Komentar
Motivasi, Berbagi Pengetahuan