-->

Bahagia Bersama Keluarga Hingga ke Surga

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma Ba'du.

Saudaraku seislam yang saya cintai,  inilah di antara kesepakatan yang harus kita lakukan dan jalani agar kita meraih kebahagiaan bersama keluarga sampai ke Surga :

Pertama, kesepakatan kita bersama keluarga untuk hanya mengikuti sesuatu yang benar-benar ada dalil dan tuntunannya dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai9 pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, peng-lihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [QS. Al Israa ayat 36]

Kedua, komitmen bersama untuk saling tolong menolong dalam menegakkan tauhid dan menghidupkan sunnah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallama- dalam pribadi dan keluarga.

“..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa       dan pelanggaran…” [QS. Al Maaidah ayat 2]

Ketiga, kerelaan dan kesungguhan semua anggota keluarga dalam menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya sebagai jalan keluar dari semua permasalahan yang terjadi.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [QS. Al Ahzab ayat 36]

Keempat, saling mendoakan kebaikan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ – رضي الله عنهما - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا     عَلَى خَدَمِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ   لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ

Dari Jabir bin Abdullah   –radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata : Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallma- telah bersabda : “Jangan kalian mendoakan kejelekan atas diri kalian. Jangan kalian mendoakan kejelekan atas anak-anak kalian. Jangan kalian mendoakan kejelekan atas harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang pada waktu itu Allah subhanahu wa ta’ala diminta sesuatu lantas Dia kabulkan bagi kalian.” [HSR. Muslim no. 7705 , Abu Dawud no. 1534, Shahih Abi Dawud no. 1356, Maktabah Syamilah.]

Kelima, memiliki kesamaan cita-cita dalam menjaga diri dan keluarga dari memasuki api neraka, dan sama-sama memiliki tekad yang kuat untuk membawa diri dan semua anggota keluarga tersebut ke Surga.

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” [QS. At Tahrim ayat 6]

Demikian dapat disampaikan

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [QS. Al Furqan ayat 74]

Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad


•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Doa Meminta Menemani Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallama - di Surga_____

اللهم إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لاَ يَرْتَدُّ، وَنَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartaddu, wa na’iiman laa yanfadu, wa' muraafaqata Muhammadin fii a’laa jannatil khuld(i)

Artinya :

Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu keimanan yang tidak ada kekafiran di dalamnya, kenikmatan yang tidak pernah habis, dan menemani Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallama- di Surga abadi yang paling tinggi derajatnya. [Doa Abdullah bin Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu-, HHR. Ahmad. Lihat Ash-Shahihah no. 2301]

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

✒ Ibnu Mukhtar
Tags:
Kebijakan Komentar:Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik posting halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum persetujuan.
Buka Komentar
Motivasi, Berbagi Pengetahuan