-->

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


بسم الله الرحمن الرحيم

🎙 Ibnu Mukhtar

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, ketahuilah bahwasanya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah terdapat keutamaan dan keistimewaan yang agung. Seorang muslim yang diberi taufik oleh Allah untuk mendulang pahala di dalamnya termasuk orang yang beruntung dan berbahagia. Maka sudah semestinya kita mengenal keutamaan dan keagungan hari-hari yang mulia ini agar kita semakin bersemangat dalam memanfaatkannya.

Di antara keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah:

Pertama, Allah telah bersumpah dengannya.

Allah Ta’aala berfirman:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)

Demi fajar, Dan demi malam yang sepuluh [QS. Al Fajr ayat 1-2]

Malam yang sepuluh adalah sepuluh hari bulan Dzul Hijjah. Dan ini adalah apa yang dipegangi mayoritas ahli tafsir baik Salaf maupun sesudahnya (khalaf). Dan menurut Ibnu Katsir –rahimahullahu- dalam tafsirnya: “Dan inilah pendapat yang benar”.

Kedua, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang disyari’atkan mengingat Allah di dalamnya.

Allah Ta’aala berfirman:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (28)

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. [QS. Al Hajj ayat 28]

Ketiga, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari di dunia yang paling utama.

عَنْ جَابِرٍ -رضي الله عنه- أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا الْعَشْرُ يَعْنِي عَشْرَ ذِيْ الْحِجَّةِ. قِيْلَ وَ لَا مِثْلُهُنَّ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ وَ لَا مِثْلُهُنَّ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلَّا رَجُلٌ عَفَّرَ وَجْهَهُ بِالتُّرَابِ

Dari Jabir –radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallama- telah bersabda: “Hari-hari di dunia yang paling utama adalah al ’Asyru yakni sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.” Beliau ditanya: “Dan tidak ada yang menyamainya di Jalan Allah?” Beliau bersabda: “Tidak ada yang menyamainya kecuali seorang yang melumuri wajahnya dengan tanah (yakni gugur di jalan Allah dan tidak kembali lagi ke keluarganya).” [HR. Al Bazzaar  -rahimahullahu- dalam Kasyful Astaar 2/28 no.1128. Hadits ini dinilai Shahih Lighairihi oleh Syaikh Al Albani –rahimahullahu- dalam Shahih At Targhib wat Tarhib no. 1150, Maktabah Syamilah].

Keempat, di dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat pembebasan dari api neraka bagi jama’ah Haji yang berwukuf di Arafah.

قَالَتْ عَائِشَةُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ».

‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah  –shallallahu ‘alaihi wa sallama- telah bersabda: “Tidak ada satu hari yang pada hari itu Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari Neraka daripada hari Arafah. Dan Sungguh Allah mendekati hamba-hambaNya yang sedang wukuf itu kemudian membangga-banggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman, ‘Apa yang mereka inginkan?’.” [HSR. Muslim –rahimahullahu- dalam Shahihnya no. 3354, Maktabah Syamilah]

Kelima, di dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat hari yang paling agung.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُرْطٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ »

Dari Abdullah bin Qurth –radhiyallahu ‘anhu- dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallama-, beliau telah bersabda: “Sesungguhnya hari-hari yang paling agung di sisi Allah Tabaaraka wa Ta’aala adalah   hari penyembelihan kemudian hari setelahnya.” [HR. Abu Dawud  -rahimahullahu- dalam sunannya no. 1767. Hadits ini dinilai shahih oleh syaikh Al Albani –rahimahullahu- dalam Shahih wa Dha’if Abi Dawud no. 1765, Maktabah Syamilah]

Keenam, beramal sholeh pada hari-hari ini adalah lebih dicintai Allah Ta'aala.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَقَالُوا  يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ لَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Tidak ada hari di mana amal shalih dikerjakan di dalamnya yang lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (yaitu di bulan Dzulhijjah).  Mereka bertanya, ‘Ya Rasulullah, tidak juga dengan Jihad di jalan Allah? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama menjawab : “Tidak juga dengan Jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan diri dan hartanya di jalan Allah kemudian ia tidak pernah kembali lagi dengan sesuatu apapun.” [HR. Tirmidzi no. 762. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Tirmidzi no. 757, Maktabah Syamilah]

Ketujuh, berkumpulnya induk ibadah di dalamnya seperti Shalat, Puasa, Sedekah, dan Haji.

Demikian dapat disampaikan.

Semoga Allah merezekikan kita untuk dapat mendulang pahala di hari-hari yang mulia itu. Dan semoga kita termasuk penghuni surga-Nya kelak, aamiin.

Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shabihi ajma'iin.

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama telah bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya."  [HSR. Muslim rahimahullahu dalam shahihnya no. 5007 dari Abdullah bin Mas’ud Al Anshari radhiyallahu ‘anhu dengan diringkas, Maktabah Syamilah
Tags:
Kebijakan Komentar:Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik posting halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum persetujuan.
Buka Komentar
Motivasi, Berbagi Pengetahuan